Popular Post

Hunting Foto Di Kalibiru

By : bluefatamorgana.blogspot.com
HUNTING FOTO DI KALIBIRU


Wisata Kalibiru, siapa sih yang belum pernah mendengar salah satu obyek wisata terkeren ini di Kulon Progo Yogyakarta? Para netizen dan traveller sempat dihebohkan wisata Kalibiru ini karena view pemandangannya yang luar biasa pada pertengahan tahun 2014 lalu. Pengelola wisata Kalibiru begitu apik dalam mengemas dan mempromosikan wisata Kalibiru dengan icon foto spot di atas pohon menghadap view Waduk Sermo. Melihat spot view yang begitu memukau, siapa sih yang gak naksir untuk langsung hunting foto ke Kalibiru? Pastinya banyak traveller yang ingin mengunjunginya kesana.


Wisata Kalibiru terletak di perbukitan Menoreh, tepatnya di Desa Hagrowilis, Kecamatan Kokap, Kulonprogo. Untuk mengunjunginya dibutuhkan jarak tempuh kurang lebih 45 km dari kota Yogyakarta, dengan waktu tempuh 1,15 jam (waktu tempuh normal). Dari kota Jogja menuju kota Wates, jalannya hanya lurus terus mengikuti jalan ke arah Wates dan lancar beraspal, tetapi ketika menuju obyek wisata Kalibiru Anda akan disuguhkan trek jalan yang menanjak curam menikuk. Anda harus berhati-hati untuk perjalanan menuju kesanannya, dibutuhkan alat transportasi yang mendukung sangat kuat untuk menanjak. Untuk pengendara sepeda motor Anda harus ancang-ancang untuk naik menanjak curam (jauh lebih ekstrim dari tanjakan curam Gunung Kidul), dan pengendara mobil juga dipastikan harus ahli dan berani dalam mengendarainya. Jalan tanjakan Kalibiru memang tidak besar, lebarnya hanya semobil saja, jadi bergantian dengan arah yang akan berpapasan. Tetapi tenang saja, sebelum pada jalan tanjakan curam ada petugas yang menjaga menggunakan HT dan mengarahkan Anda untuk naiknya. 


Sesampai di obyek wisata Kalibiru sebelum pintu loket, Anda juga harus menanjak naik jalan kaki, ini dibutuhkan stamina kuat atur pernafasan yang teratur dan jangan lupa bawa air mineral. Setelah sampai di pos loket karcis Anda akan dikenakan biaya retribusi obyek wisata Rp 5.000,-/orang. Jika masih terengah-engah untuk melanjutkan perjalanan, Anda bisa duduk beristirahat pada tempat duduk yang sudah disediakan pengelola wisata. Keringat sudah hilang dan sudah tidak terengah-engah, bersiap untuk melanjutkan perjalanan yang tidak begitu menanjak lagi. Sesampai di atas, Anda akan merasakan semilir angin yang menyejukkan di bukit Kalibiru. 


Inti datang ke Kalibiru adalah hunting foto pemandangan view terindah di Kalibiru dan spesial spot foto icon di atas pohon menghadap Waduk Sermo. Sesampai di atas bukit sana, Anda saya sarankan untuk langsung antri dengan membeli tiket nomor antrian foto di atas pohon, karena dijamin antriannya sungguh sangat panjang (untuk foto diatas pohon itu saja kita harus mengantri 1,5 jam lamanya). Biaya tiket untuk bisa foto di atas pohon Rp 15.000,-/orang dan bila ingin menggunakan jasa fotografer dari pengelola biaya Rp 5.000,-/foto (pengambilan foto minimal 3 foto). Usai mendapatkan tiket antrian sembari menunggu antrian untuk foto diatas pohon, saya sarankan Anda untuk duduk-duduk bersantai dahulu di spot tempat-tempat duduk yang sudah disediakan sambil atur nafas Anda karena kelelahan berjalan menanjak. Sembari menunggu antrian Anda bisa lakukan selfie-selfie dahulu, atau hunting foto alam Kalibiru. Tiap sudut alam bukit Kalibiru sungguh indah mempesona, membuat gairah Anda lekas ingin mengabadikan moment Anda bersama alam Kalibiru. 


Mendekati nomor tiket antrian kita dipanggil oleh pengelola, maka bersiap-siaplah untuk mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Sebelum naik keatas badan Anda akan dipasangin pengaman sesuai SOP dari pengelola. Tibalah saya naik ke atas pohon **saya orang takut ketinggian dan terpaksa harus naik pohon demi bisa hunting foto di icon Kalibiru. Sudah diatas pohon, fotografer mengarahkan gaya tetapi saya deg-deg an takut ketinggian, disamping itu banyak orang yang memperhatikan saya, nah semakin hot groginya saya. Hanya beberapa foto yang berhasil saya abadikan di icon spot Kalibiru tersebut, karena ketakutan saya akan ketinggian.


Usai foto di spot icon Kalibiru, kemudian saya menuju spot lainnya untuk hunting foto-foto lainnya. Banyak beberapa spot yang keren untuk diabadikan. Dikarenakan senja semakin menggelap, saya putuskan untuk bergegas pulang agar perjalanan pulang kami tidak begitu gelap mengingat medan yang begitu curam. Saya sarankan juga, untuk melakukan hunting foto di Kaibiru sangat direkomendasikan di pagi hari jam 8.30an atau di sore hari jam 16.30an karena view moment yang bagus. Hindari hunting foto ketika moment berkabut dan musim hujan. Selain itu jika ingin lebih puas lagi melakukan hunting foto, lakukanlah di hari kerja Senin – Kamis (inilah hari yang sepi tidak banyak pengunjung yang datang). 


Semoga review mengenai Kalibiru yang saya paparkan dapat bermanfaat bagi pembaca yang ingin mengunjungi obyek wisata Kalibiru. Yuukk semangat berhunting foto ke Kalibiru..


Jelajah Purwokerto Baturaden

By : bluefatamorgana.blogspot.com
JELAJAH PURWOKERTO BATURADEN


Silaturahmi dan trip itulah hal yang saya lakukan di Purwokerto dengan mas pacar (Sadeli Wibisono). Sabtu dan Minggu hari weekend yang tepat untuk melakukan trip dan silaturahmi. Saya ke Puwoketo dari Jogja menggunakan kereta, sedangkan mas pacar  dari Jakarta menggunakan kereta juga. 

Tepatlah kita bertemu ditengah-tengah antara Jakarta-Jogja, yaitu Purwokerto. Mas Wibi tidak menunggu waktu lama untuk menunggu kereta kedatangan saya dari Jogja (hanya 40 menitan saja). Kala Jumat malam itu, kami kemudian di jemput oleh saudara mas Wibi yang tinggal menetap di Purwokerto. 

Saya rasa untuk liburan ke Purwokerto tidak memerlukan budget yang mahal, untuk rute Jogja – Purwokerto saya menggunakan kereta Bogowonto (tarif  Rp 50.000,-) dan mas Wibi  Jakarta-Purwokerto menggunakan Jaka Tingkir (tarif Rp 150.000,- tahun 2015). Cukup lumayan dan tidak mahal, disamping itu kami juga tinggal di rumah saudara, jadi semakin irit.

Karena sudah malam, jadi kami istirahat sambil mengobrol-ngobrol dengan Saudara mas Wibi sekaligus makan malam. Tidur nyenyak ketika merasakan tidur di Purwokerto dengan udara yang sejuk tidak panas di malam hari. Waktu itu saya sengaja tidur lebih cepat, agar fit dan keesokan harinya saya juga fresh ketika jalan-jalan bersama keluarga mas Wibi.

Sabtu pagi, waktunya rekreasi dimana waktu tersebut sudah kami rencanakan. Sesuai dengan referensi tempat wisata yang dikatakan oleh saudara mas Wibi, maka kami putuskan untuk pergi ke Baturaden. Sekilas cerita yang dikatakan Saudara mas Wibi, saya rasa Baturaden itu mirip dengan kaliurang Jogja, yang berupa pegunungan dan ada air terjunnya. Menurut legenda, mengapa tempat wisata tersebut dikatakan Baturaden, karena konon menurut cerita, nama Baturaden terdapat dua makna yaitu : Batur = pembantu dan raden = bangsawan. Konon pada jaman dahulu di Banyumas terdapat sebuah kerajaan, dimana dikerajaan tersebut terdapat putri yang sangat cantik jelita, namun entah kenapa sang putrid jatuh cinta kepada seorang pembantu pria nya (yang namanya cinta tidak memandang status sosial), karena kisah cinta mereka diketahui ayahnya (raja), maka mereka diusir untuk keluar dari istana. Kemudian pasangan tersebut menetap pada sebuah dataran pegunungan tinggi hingga memiliki beberapa anak dan hidup bahagia sampai hayatnya, oleh karena legenda tersebut maka tempat ini dikatakan sebagai Baturaden (pengucapan kata ada yang “Baturaden” atau “Baturraden”).

Dari kota Purwokerto sampai Baturaden jarak tempuh 20 km an dengan waktu kurang dari satu kurang dengan jalan yang menanjak tetapi tidak curam (jalannya bagus dan aman). Akhirnya sampailah kami di Baturaden, untuk masuk wisata Baturaden dikenakan tiket Rp 14.000,-/orang. Setelah masuk dikawasan Baturaden kami disuguhkan pemandangan alam yang indah dan segar, dimana wisata Baturaden tersebut tak hanya wisata alam yang menyuguhkan air terjun, tetapi juga disediakan arena bermain anak dengan berbagai macam permainan anak-anak yang sangat menarik. Karena Saudara mas Wibi membawa anak kecil, maka dia putuskan untuk di arena bermain anak saja, sedangkan saya dan mas Wibi menuju air terjun Baturaden, dimana di setiap air terjun juga ada pemandian air hangatnya (ada beberapa pemandian air hangat yang disuguhkan), tetapi saya hanya mengunjungi 2 pemandian saja, karena cukup jauh untuk menaiki anak-anak tangga yang banyak.


Waktu menunjukkan siang menjelang sore, maka kami putuskan untuk pulang dan sebelum pulang kami makan dahulu di sebuah restoran, dan sungguh membuat saya dan mas Wibi terkejut, karena biaya makan siang direstoran Purwokerto murah tidak semahal di kota kami (5 orang) total nota hanya 100ribuan. Mungkin Purwokerto merupakan kota kecil, jadi biayanya cenderung lebih murah.

Sesampai dirumah, kami istirahat dahulu untuk melanjutkan wisata malam di Purwokerto. Tibalah malam minggu, waktunya saya dan mas Wibi berwisata malam di Purwokerto, dan kami putuskan untuk Alun-Alun Purwokerto. Waow.. .sungguh ramai sekali alun-alun Purwokerto ini. Salut sama Purwokerto, walaupun kota kecil, tapi alun-alunnya sangat bersih, penataan yang bagus rapi, rumput-rumput yang hijau merata dan pedagang jajan yang tertib bersih.


Di alun-alun ini terdapat air mancur buatan yang berkedip-kedip warna lampu yang membuat pengunjungnya tertarik untuk menghampirinya. Tak ingin kalah juga dengan pengunjung lainnya, maka kami juga ikut bernarsis selfie dengan gadget kami. Usai puas melakukan selfi, kemudian kami bergegas menuju ke bapak penjual ronde, agar badan kami menjadi hangat. Ternyata ronde Purwokerto tidak berbeda jauh dengan ronde Jogja, hanya saja kuah rondenya diberi susu kental putih. Minum ronde pun semakin asik, sambil melihat suasana hiruk pikuk orang-orang di alun-alun tersebut.

Sudah malam, maka kami putuskan untuk pulang, tetapi ketika perjalanan menuju pulang kami melihat durian-durian yang dijajakan oleh penjualnya dipinggiran jalan. Ternyata kami tidak tahan dengan godaan durian tersebut, maka kami putuskan untuk makan durian, rasanya enak mantab dan jadi panas karena kebanyakan makan durennya. Sesampai dirumah, tidur pun nyenyak karena kenyang.

Minggu pagi saya siap-siap untuk packing, karena sore harinya saya pulang ke Jogja. Dan sebelum pulang ke Jogja, saya putuskan untuk jalan-jalan terlebih dahulu. Di Purwokerto hampir dikatakan tidak ada mall, hanya ada beberapa mini market dan supermarket. Dan supermarket yang paling terkernal di Purwokerto menurut referensi saudara adalah MORO Supermarket, kemudian saya dan Wibi kesana untuk jalan-jalan. Ya, saya rasa supermarket ini cukup lumayan lah untuk tingkat supermarket di kota kecil, walaupun supermarket tapi MORO ini cukup lengkap dan besar juga areanya. Lumayan untuk refreshing cuci mata dan nongkrong.


Kemudian sore harinya saya pulang ke Jogja dan mendapatkan oleh-oleh paket tempe mendoan khas Purwokerto (masih mentahan) dan gethuk manis khas Purwokerto, hmmmm nikmatnya! Rasanya berat meninggalkan kota kecil yang indah ini, sayangnya aku hanya sebentar kesana dan mungkin next time saya bisa ke sini lagi untuk bersilaturahmi. 

Beberapa moment yang telah kami abadikan selama di Purwokerto :






View Gunung Merapi, Dari Titik Abhayagiri

By : bluefatamorgana.blogspot.com
VIEW GUNUNG MERAPI,
 DARI TITIK ABHAYAGIRI RESTO


Awal mula untuk pergi ke Abhayagiri karena penasaran, dikarenakan banyak teman-teman yang sudah datang kesana dan memberikan info, bahwa pemandangan Jogja terlihat cantik, khususnya Gunung Merapi sangat tampak indah megah dilihat dari titik Abhayagiri Resto. Mendengar hal tersebut, saya menjadi penasaran, dan kebetulan sekali mas pacar (mas Wibi) datang ke Jogja. Kemudian saya rencanakan untuk pergi refreshing ke Abhayagiri dengan dia.


Siang hari, kami berangkat dari rumah untuk ke sana. Saya rasa perjalanan menuju kesana tidak terlalu jauh, karena akses jalannya mudah. Abhayagiri terletak berada kurang lebih 30 kilometer ke timur dari pusat kota Yogyakarta. Tak jauh dari kompleks Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko. Restoran ini berada di atas Bukit Boko dan menyatu dengan kompleks Sumberwatu Heritage.


Lebih dari siang hari sampailah kami di Abhayagiri dan langsung menuju tempat duduk yang memiliki spot view yang bagus dan tidak panas. Sembari menunggu pesanan kami yang pesan, kami langsung berkeliling-keling di tempat tersebut sambil mengeluarkan gadget kami untuk berfoto-foto. Yeay, saya rasa sungguh indah pemandangan Jogja dari titik sini. Betapa gagahnya Gunung Merapi memancarkan keindahannya, begitu cerah juga awan pada siang hari itu. 


Usai berfoto-foto mengabadikan keindahan alam sekitar, kami bergegas ke meja untuk menikmati santapan yang telah kami pesan. Makan dan minuman yang kami pesan menambah kecerian kami dalam berefreshing di tempat ini. 


Untuk datang ke tempat ini, sediakan budget kurang lebih Rp 200.000,- untuk makan dan minum bersama pasangan Anda. 


Semoga bermanfaat yang telah saya reviewkan. Jangan stress, luangkan waktu untuk refreshing mengunjungi alam.




- Copyright © My Life is an Adventure - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -